KH. KMT. ABDUL MUHAIMIN DAN DPP IPI 2021-2026 DIKUKUHKAN DI SURABAYA: PESANTREN MANDIRI DENGAN POLITIK KEBANGSAAN

01/07/2021 menjadi momentum penting dan sakral bagi pengurus DPP Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) masa khidmat 2021-2026 yang telah menggelar pengukuhan di Srijaya Bulding Surabaya. Terdapat tokoh-tokoh penting yang hadir baik secara luring maupun daring pada kegiatan ini, termasuk diantaranya KomjenPol. Dr. Drs. H. Boy Rafli Amar, MH, kepala BNPT Republik Indonesia, yang sekaligus sebagai ketua Dewan Pembina DPP IPI masa khidmat 2021-2026. Selain itu juga terdapat beberapa tokoh lainnya yang hadir, Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag (Direktur Pend. Diniyah dan Pondok Pesantren KEMENAG RI), Dra. Nyai Hj. Faiqoh, M.Hum, Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Dr. Hudiyono M.Si (Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Sekda Provinsi Jawa Timur), H. Sutarmidji, SH., M.Hum (Gubernur Kalimantar Barat), dan beberapa tokoh lainnya.

Dalam sambutannya KH. KMT. Abdul Muhaimin, Ketua Umum (Kyai Ketum) DPP IPI masa khidmat 2021-2026 menerangkan pentingnya peranan pesantren dalam setiap sektor kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Pesantren bukan hanya sekedar lembaga pendidikan Islam transfer of knowlage namun juga transfer of spirituality, dimana para santri yang jumlahnya ratusan jutaan di Indonesia merupakan generasi masa depan bangsa yang memiliki tanggunggjawab yang mulia sebagai agen moralitas di setiap sektor kehidupan di negeri ini. “Di masa pendemi seperti saat ini pesantren menunjukkan peranannya sebagai garda terdepan negeri ini dengan terobosan-terobosan alternatif untuk mempertahankan eksistensinya dalam penegakan pendidikan islam nusantara dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Meskipun terdapat kesulitan tersendiri dalam konteks psical distancing santri, namun kami yakin para pengasuh dan pengurus di setiap pondok pesantren telah siap sedia secara mandiri maupun secara kolaboratif menfasilitasi kebutuhan-kebutuhan medis dan ikhtiar imunitas-upgrading bagi para santri di pesantren masing-masing,” ujarnya.

Selain itu Kyai Ketum yang juga merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kota Gede Yogyakarta ini menegaskan bahwa organisasi Ikatan Pesantren Indonesia yang ia nahkodai tersebut telah lahir kembali pada tahun 2021 (Reborn 2021). Secara eksplisit Kyai Ketum menggambarkan kondisi existing pesantren Indonesia kali ini banyak yang terbawa oleh derasnya arus politik praktis di negeri ini. Sementara itu, bagi Kyai Ketum yang seharusnya menjadi garis politik bagi pesantren adalah politik kebangsaan. Para Kyai pengasuh pondok pesantren harus memposisikan diri sebagai ulama’ yang rahmatan lil ‘alamin, menjadi pengayom bagi ummat dengan tidak menunjukkan kesan-kesan keberpihakan pada kelompok tertentu, lebih-lebih dengan kelompok radikalis yang mengatasnamakan pesantren dan agama, na’udzubillah.

Satu hal lain yang istimewa bagi Kyai Ketum, tokoh pluralisme agama dan pendiri FPUB (Forum Persaudaraan Ummat Beragama) ini adalah lokasi pengukuhan DPP IPI berada di Surabaya. Hal ini diartikulasikan oleh Kyai Ketum dengan falsafah tersendiri, dimana dakwah islam nusantara dengan model kelembagaan pesantren memang dimulai oleh Mbah Raden Rahmat alias Kanjeng Sunan Ampel, di ampel denta Surabaya. Jika ditarik mundur ke sejarah pesantren Indonesia, melalui Pesantren Mbah Sunan Ampel ini telah banyak melahirkan santri-santri dan ulama’-ulama’ hebat yang keturunannya sekaligus menjadi pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri dan tidak perlu ada keraguan bahwa pesantren dan santri Indonesia sudah pasti merupakan nasionalis sejati yang religius.

Link Live-Streaming Pengukuhan DPP IPI Masa Khidmat 2021-2026: https://www.youtube.com/watch?v=k4PjuDX1Bn4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *