REBORN 2021: PENGUKUHAN DPP IKATAN PESANTREN INDONESIA MASA KHIDMAT 2021-2026

“Lahir kembali (Reborn) di tahun 2021”menjadi takeline bagi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Masa Khidmat 2021-2026 yang dikukuhkan pada 01 Juli 2021 di Gedung Srijaya Surabaya. Melalui momentum yang sakral ini DPP IPI berkomitmen dalam menguatkan “gerakan kemandirian ekonomi pesantren indonesia” selama 5 tahun masa khidmatnya. Komitmen ini akan diwujudkan secara masif, sistematis dan mengakar hingga kepenggurusa IPI di tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) provinsi dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) kota/Kabupaten di seluruh Indonesia. Selain itu, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis pesantren IPI diharapkan menjadi sentral koordinasi dan sinergitas antar pesantren di Indonesia terutama dalam pengembangan potensi pesantren demi terciptanya santri millenial yang berdaya saing di era digital menuju Indonesia ‘Golden Country’.

 
Sebagaimana disampaikan KH. KMT. Abdul Muhaimin, Ketua Umum DPP IPI Masa Khidmat 2021-2026, bahwa pesantren merupakan pilar nasionalisme yang paling ‘genuin’ atas tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, pesantren sudah semestinya selalu berperan dalam mengawal harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang dinamis melalui sinergitas antar pesantren dan nilai-nilai ahlussunnah wa al jama’ah demi tercapainya cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Pesantren dengan jutaan santri yang ada di Indonesia harus mampu mempertemukan ruas-sambung antara religiusitas, nasionalisme dan etnisitas di Indonesia sebagai negara yang multikultur. Selain itu, pesantren juga menjadi intansi pendidikan yang terbukti mampu melahirkan generasi-geneasi terbaik yang mempu berperan dan memberikan warna di setiap sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.” Menurutnya, selain tanggungjawabnya dalam mencetak generasi santri yang berdaya saing, kebanyakan pesantren di Indonesia telah mampu membuktikan kemandiriannya dibidang ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan santri secara produktif. Sebagaimana kebutuhan masyarakat secara umum, komunitas santri dengan jumlah yang sangat besar tersebut juga memiliki siklus yang dalam kehidapannya di lingkungan pesantren. Untuk itu, melalui momentum pengukuhan DPP IPI Masa Khidmat 2021-2026 ini KH. KMT. Abdul Muhaimin mengajak para pemangku pondok pesantren di seluruh Indonesia dan para stakeholder bersama-sama menguatkan gerakan kemandirian ekonomi pesantren melalui sinergitas antar pesantren dalam Ikatan Pesantren Indonesia (IPI).

Sekjen DPP IPI, Kyai Muhammad Hermansyah, MT, yang sekaligus sebagai ketua pelaksana pengukuhan dan RAKERNAS IPI 2021 mengatakan bahwa “kegiatan pengukuhan DPP IPI Masa Khidmat 2021-2026 ini dilaksanakan secara virtual karena pendemi covid-19. Namun demikian, kondisi ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat para pengurus DPP IPI, karena pengurus DPW dan DPC di seluruh tanah air telah menantikan kehadiran DPP IPI untuk me-legitimasi-kan kepengurusan ditingkat wilayah (provinsi) dan cabang (kota/kabupaten) pada tahun ini.” Oleh sebab itu, panitia pelaksana pengukuhan dan RAKERNAS IPI 2021 perlu melakukan tindakan alternatif sekaligus akseleratif agar setiap hirarkhi organisasi IPI baik ditingkatan DPP, DPW, dan DPC dapan dengan segera mengambil bagian dalam peranannya sebagai garda depan pesantren di wilayah kerja masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *